wiwitprayitno
June 6th 1981  (Age 30)
Male
Yogyakarta

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Jan 21, 2010
Dikejar-kejar Agen Asuransi, Inilah 9 Tips Cara Menolaknya

Pernahkah Anda didatangi oleh agen asuransi? Atau saat ini malah dikejar-kejar Agen Asuransi. Apa yang ada di benak Anda saat itu? Apakah menurut Anda asuransi ada manfaatnya? Apa persepsi Anda tentang asuransi?. Cukup banyak tanggapan yang muncul, ada yang berkonotasi negatif tetapi ada juga yang positif.

Namun Bagi Anda yang ingin Menolak Asuransi berikut ada Tips Jitu Cara Menolak Asuransi :

No Money1) Saya tidak punya uang untuk beli asuransi

Orang yang tidak mampu membeli asuransi sebenarnya justru orang yang lebih membutuhkan asuransi dibandingkan dengan orang yang mampu membelinya.

Jika anda tidak dapat membayar semua tagihan saat anda sehat dan dapat bekerja, bagaimana mungkin anda akan dapat membayarnya saat anda sakit dan tidak memiliki penghasilan? Asuransi adalah rekening AJAIB yang akan dapat mengurus pembayaran semua tagihan-tagihan lainnya jika anda menderita sakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia.

Asuransi harus menjadi prioritas pertama, setelah kebutuhan pokok terpenuhi, untuk dibayarkan didalam rencana pengeluaran bulanan anda.

2) Saya masih punya cicilan kredit rumah

Ketika Anda memiliki kredit rumah, anda harus terus menerus membayar sejumlah besar uang selama 10 atau 15 tahun ke depan. Anda memang dapat memenuhi kewajiban tersebut, tapi apakah keluarga anda dapat membayarnya jika anda meninggal dunia atau mengalami cacat tetap sebelum cicilan kredit tersebut selesai? Marilah pastikan keluarga anda akan tetap tinggal di rumah yang indah, rumah yang telah anda berikan bagi mereka untuk selamanya.

3) Saya tidak butuh asuransi

Saya sangat setuju Anda tidak membutuhkannya. Apakah menurut Anda seorang yang menjadi cacat tetap karena suatu kejadian membutuhkan asuransi? Apakah orang yang baru saja terkena serangan jantung & harus mengeluarkan uang 150 juta untuk biaya operasi membutuhkannya ? Apakah orang yang meninggal dunia membutuhkannya ?

Ya ! mereka membutuhkannya tetapi tidak dapat membelinya pada saat itu.

Asuransi harus dibeli justru pada saat Anda tidak membutuhkannya. Karena pada saat Anda membutuhkannya, mungkin Anda sudah tidak dapat membelinya lagi. itulah Asuransi. Anda hanya dapat membeli asuransi ketika Anda sehat. Anda membeli asuransi dengan kesehatan Anda dan membayarnya dengan uang Anda. Jika Anda tidak lolos pemeriksaan kesehatan, maka Anda tidak akan dapat membeli asuransi walaupun Anda memiliki uang.

Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk membeli asuransi.

4) Saya diskusikan dulu dengan istri saya

Jika Anda menanyakan kepada istri Anda apakah Anda perlu membeli asuransi jiwa, maka istri Anda pasti berpikir,  “Jika saya meminta suami saya untuk membeli, mungkin suami saya akan mengira bahwa saya mengharapkan suami meninggal agar saya menjadi seorang janda kaya

Namun jauh di dalam hati & pikirannya mungkin ia memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya dan anak-anaknya, jika suaminya meninggal dunia. Bagaimanapun juga Anda telah menempatkan istri Anda ke dalam keadaan yang sulit.Diskusi

Asuransi adalah hadiah yang terbaik yang Anda belikan untuk istri Anda. Anda tidak perlu berdiskusi dengannya. Anda dapat langsung membelinya. Setelah Anda menerima polisnya barulah Anda bawa polis tersebut & berkatakan padanya : “Kekasihku, sepanjang masa hidupku aku akan menjaga dan mencukupi segala kebutuhan kita, makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan anak kita. Tetapi jika suatu hari nanti saya meninggal dunia, maka polis inilah akan menjagamu serta mencukupi setiap kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan sama seperti yang sekarang saya sediakan. Sebesar inilah cintaku padamu dan pada keluarga kita“  Itulah bukti sesungguhnya dari cinta Anda. Istri Anda akan semakin mencintai Anda.

5) Saya ingin membandingkan dengan Asuransi perusahaan lain

Ini adalah gagasan yang baik, tahukah Anda ada berapa puluh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia dan jika Anda tidak membuat perbandingan dengan setiap perusahaan tersebut maka Anda tidak akan sungguh-sungguh tahu apakah Anda telah mendapatkan yang terbaik. Betulkah demikian ?

Ada satu kelemahannya. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada diri Anda selama masa Anda membanding-bandingkan semua perusahaan ini ? Anda telah yakin bahwa Anda membutuhkan perlindungan. Sementara Anda akan melakukan perbandingan, bukankah sebaiknya Anda sudah dilindungi terlebih dahulu ?

Jadi sementara Anda membandingkan, Anda dapat menikmati perlindungan cuma-cuma dengan fasilitas “FREE LOOK” sehingga selama 2 minggu setelah menerima polis, Anda dapat membuat perbandingan dengan tenang.

6) Biarlah Tuhan yang menyediakan segalanya

Ya, Anda benar, saya sependapat dengan Anda. Dan kalau Anda sadar Tuhan yang telah mengirim saya untuk menolong Anda dan itu sebabnya saya ada di sini dan datang kepada Anda.

Tuhan yang memelihara kita dan menyediakan segala kebutuhan kita. Tuhan juga telah melengkapi kita dengan kepandaian & kebijaksanaan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita. Tetapi apakah Anda hanya tinggal diam di kamar tidur sepanjang hari? Tentu tidak kan..?

7) Anda terlalu memaksa, saya tidak mau membeli dari Anda

Jika Anda tidak ingin membelinya dari saya, tidak masalah. Jika saya terlalu mendesak Anda, saya mohon maaf. Tidaklah penting bahwa Anda membeli asuransi ini dari saya, tetapi saya mohon setelah Anda membaca ini, tolong segera angkat telpon Anda dan panggilah agen lain.

Saya mohon maaf sekali lagi kalau saya telah berbuat kesalahan, kadangkala saya tanpa sadar terlalu memaksa calon klien. Namun saya benar-benar tulus & jujur melakukannya.

Ketika anak saya menolak minum obat ketika dia sakit, saya akan memaksanya walaupun dia tidak suka. Demi kebaikan dia karena saya tahu bahwa setelah makan obat dia akan sembuh. Saya juga melakukan hal yang sama sekarang, saya memaksa Anda demi kebaikan Anda sendiri.

Apakah Anda pernah melihat dokter yang memaksa pasiennya untuk menjalani operasi ? Mereka percaya dan yakin pada apa yang mereka lakukan, demikian juga saya percaya & yakin pada apa yang saya lakukan. Saya percaya dengan tulus bahwa semua orang memerlukan asuransi.

Funny_Money 8) Teman saya juga agen lho, aku akan ambil dari dia

Jikalau Anda memiliki teman baik yang juga menjadi agen asuransi jiwa, seharusnya saat ini Anda telah memiliki polis asuransi. Ketika ternyata Anda belum memiliki polis asuransi, maka orang tersebut bukanlah sahabat sejati Anda, tetapi sayalah teman Anda.

Yang namanya temen sejati adalah orang yang bisa bantu kita pada saat kita kesusahan. Kalo kita masuk rumah sakit, biasanya teman kita bawa buah, agen asuransi bawa duit. Saya ingin menjadi teman yang memaksa Anda untuk menandatangani surat pengajuan polis saat ini yang akan memberikan jaminan keamanan bagi keluarga Anda.

9) Asuransi bertentangan dengan agama saya

Sahabat netter, berapakah uang yang biasa Anda gunakan untuk kebutuhan makanan sehari-hari keluarga Anda ?

Jika Rp 50 ribu per hari atau setahunnya setara dengan Rp  50 ribu x 365 hari = Rp 18,5  juta rupiah. Dengan demikian, jika Anda membeli program asuransi senilai 200 juta rupiah, maka ini akan menyediakan cukup untuk makan keluarga Anda selama 10 tahun mendatang.

Apakah Tuhan akan menghukum Anda karena Anda telah menyediakan makanan untuk keluarga Anda jika Anda meninggal dunia atau cacat tetap ? Tidak ada agama yang menyatakan bahwa membeli asuransi jiwa itu bertentangan dengan agama.

Menurut agama Islam, dosa hukumnya jika Anda tidak menyediakan kebutuhan keluarga Anda walaupun Anda sedang tidak berada di sekitar mereka.

Ada seseorang sahabat yang mengatakan bahwa asuransi bertentangan dengan agamanya dan ia tidak ingin membeli polis apapun.

Ia menjalankan sebuah usaha. Setiap kali saya melakukan perjalanan ke luar kota, saya akan mampir ke rumah makan tersebut untuk minum teh dan makan, semabari beristirahat.

Suatu hari ketika saya mampir ke sana, saya melihatnya berjalan pincang saat melayani saya. Saya menanyakan apa yang terjadi. ia berkata bahwa baru 3 bulan sebelumnya ia menjalani operasi by pass jantung. saya menasihati dia agar beristirahat, namun ia mengatakan bahwa ia harus membuka usahanya selama 24 jam sehari untuk membayar hutang-hutangnya. ia terpaksa harus meminjam uang sebesar 150 juta rupiah kepada sanak saudaranya untuk biaya operasi tersebut.

Saya menanyakan di mana istrinya berada? Ia mengatakan bahwa istrinya sedang berjualan makanan di kantin sekolah agar mendapatkan uang tambahan untuk membayar pinjamannya.

Ia berkata bahwa ia menyesali keputusannya untuk tidak mengikuti program asuransi yang saya tawarkan pada saat sebelum semua hal tersebut terjadi. Jika ia membeli program asuransi tersebut ia tidak perlu membuka rumah makannya selama 24 jam dan menderita untuk melunasi hutangnya.

Ia mengatakan lagi bahwa Ia juga tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi dengan keluarganya jika ia meninggal dalam operasi. bagaimana cara keluarganya harus melunasi hutang-hutangnya. Orang inilah yang mengatakan kepada saya bahwa ia tidak tertarik untuk membeli asuransi, hanya karena hal itu bertentangan dengan agamanya. perlunya asuransi

Ia berkata “Saya telah menerima informasi yang salah yang mengatakan bahwa asuransi jiwa bertentangan dengan agama saya. sekarang saya merasa bahwa justru dengan saya tidak membeli asuransi jiwa itulah bertentangan dengan agama saya, karena saya telah membuat keluarga saya menderita dan membuat istri saya terpaksa harus mengemis pada keluarganya untuk membiayai operasi saya. saya telah membuat dia susah”.

Jadi apapun alasan Anda …. Memiliki sebuah Polis Asuransi adalah Pilihan Cerdas.

Memang benar dan saya yakin Anda telah mengatakan hal sebenarnya, Anda sering dikejar oleh agen-agen asuransi, tapi disaat yang sama apakah bapak bapak sadar kalo kematian juga sedang mengejar Anda?, begitu kematian mendapatkan anda tidak akan ada lagi agen yang akan mengejar Anda, kan lebih baik saya (Agen Asuransi) yang mendapatkan bapak terlebih dahulu sebelum kematian yang mendapatkan Anda

Salam Cerdas

Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md


Posted at 06:51 am by wiwitprayitno
Make a comment  

Dec 18, 2009
Asuransi Syariah Sebagai Jaring Penyelamat

Sebagian besar masyarakat sangat anti bila berbicara mengenai asuransi. Banyak sebab mengapa hal ini bisa terjadi. Paling tidak ada beberapa alasan mendasar mengapa orang tidak/belum mau membeli asuransi.

1) Belum melihat asuransi merupakan kebutuhan hidupnya, karena ia belum mempunyai uang yang cukup untuk itu.

2) Orang yang sudah banyak sekali memiliki uang/aset sehingga tidak memerlukan lagi membeli asuransi untuk menutupi risiko yang mungkin timbul. Dalam pandangannya, jumlah harta yang bejibun dan aset-aset produktif yang menghasilkan uang tanpa harus bekerja itu telah menjadi proteksi yang membuat asuransi tidak diperlukan lagi bagi dirinya.

3) Orang yang tidak begitu memahami apa manfaat yang mungkin diperoleh jika ia membeli asuransi. Jika terjadi kematian pada seseorang, sementara orang tersebut adalah pencari nafkah utama di dalam keluarganya, maka akan hilanglah sebagian besar pendapatan, atau mungkin bahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh keluarga. Yang kemudian terjadi dalam waktu dekat akan terbayang sebuah keluarga yang tidak mendapatkan atau berkurang pemasukan bulanannya secara signifikan. Akibat yang segera dirasakan adalah tingkat kesejahteraan hidup dan standar gaya hidup mulai terganggu, apalagi jika kemudian datang berbagai tagihan hutang almarhum, tagihan kartu kredit, tagihan biaya pengobatan yang belum dibayar, biaya pemakaman, dan sebagainya. Jangankan mereka yang sama sekali tidak memiliki asuransi jiwa, keluarga yang sudah membeli asuransi jiwa pun masih mungkin terganggu secara finansial jika tiang penopang utama keluarganya meninggal dunia.

Jadi hal penting yang perlu Anda perhatikan adalah cara menghitung berapa uang pertanggungan yang sebaiknya Anda ambil. Menurut kami ada faktor-faktor yang perlu Anda pertimbangkan dan diperhitungkan ketika Anda merencanakan untuk membeli asuransi, antara lain :

1) Jumlah hutang yang Anda miliki.

2) Berapa banyak aset/harta yang Anda tinggalkan untuk keluarga.

3) Berapa lama aset tersebut dapat menghidupi mereka tanpa harus menurunkan standar gaya hidup mereka.

4) Berapa banyak dana yang diperlukan untuk membiayai kehidupan anak-anak Anda sampai mereka menjadi dewasa dan mandiri, termasuk biaya pendidikan buah hati Anda.

Setelah Anda menghitung besarnya uang pertanggungan berdasarkan faktor-faktor di atas dan Anda tidak perlu kaget dengan nilai yang harus Anda ambil (premi yang harus dibayar). Pada dasarnya asuransi adalah sebuah perencanaan. Artinya, Anda dapat merencanakan untuk membeli asuransi jiwa dengan jumlah premi tertentu secara bertahap.

Prioritas utama dalam menentukan pembelian asuransi adalah sebagai berikut sebagai berikut:

1) Belilah asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan (dan premi) yang bisa menutupi seluruh hutang-hutang Anda, agar sekurang-kurangnya anda tidak mewariskan hutang kepada generasi berikutnya;

2) Bila hutang-hutang sudah diamankan, maka belilah asuransi jiwa berikutnya untuk mengamankan kebutuhan hidup keluarga sehari-hari untuk rentang waktu tertentu, terhitung sejak Anda meninggal dunia;

3) Bila anda telah berhasil mengumpulkan sejumlah uang tambahan, belilah asuransi dengan nilai pertanggungan yang bisa memenuhi biaya-biaya membesarkan anak-anak Anda, termasuk biaya pendidikannya.

Jadi, meski tentu tidak mudah mengaturnya, namun dengan perencanaan yang matang, hal di atas tetap dimungkinkan (kecuali Tuhan berkehendak lain, tentu).

Demikianlah beberapa pertimbangan yang Anda butuhkan dalam mengantisipasi risiko yang sering terjadi dalam menjalankan kehidupan keluarga. Dan perhatikan yang berikut: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahtera-an) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. an-Nisa’ [4]: 9).

Disadur dari Tulisan/Artikel : M . Ichsan , Seorang Financial Planner

Salam Cerdas

Wiwit Prayitno, S.Pt , N.Md


Posted at 07:33 am by wiwitprayitno
Make a comment  

Dec 10, 2009
Rencana Keuangan Mantap dan Berkah

Kita sebagai manusia mempunyai tugas mulia yaitu sebagai  pengemban amanah harta dan  perencanaan keuangan. Ada beberapa hal yang perlu  kita ketahui dan perlu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam fungsi  sebagai pengemban amanah,  diantaranya:

1) Harta sekecil  apapun adalah titipan Allah dan bukan milik kita. Sehingga  dalam memandang harta  pun harus  dari sudut pandangsebagai penerima amanah dan bukan sebagai pemilik mutlak harta tersebut.  Sebagai pengemban  amanah, tentunya dalam pemanfaatan hartanya harus mengikuti aturan dari  Sang Maha Pemberi  Amanah, yaitu  Allah Swt.

Sifat amanah ini hendaknya harus kita  aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, hal ini akan tercermin dari kesadaran kita dalam mempergunakan harta yang dititipkan kepada kita, seperti mempergunakan harta dengan baik, tidak boros dan berlebih-lebihan bahkan cenderung mubazir. Melaksanakan zakat, infaq dan sodaqoh, tertib dalam mengetahui pendapatan dan pengeluaran kita. Hal-hal tersebut adalah cerminan dari melaksanakan konsep amanah.

2) Harta tersebut harus syariah dalam hal perolehan, pemanfaatan dan  penggunaan. Hal ini berkaitan dengan  pertanggungjawaban yang harus kita lakukan terhadap setiap rupiah dari harta kita tersebut. Jadi tentunya kita harus mendapatkan harta dengan baik, mengelola dengan bijak dan mempergunakannya. Perolehan, pengelolaan dan  pemanfaatan harta yang baik  akan menjadi pemenuhan kebutuhan dunia dan  juga di saat bersamaan mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan akhirat.

3) Pengelolaan dan  perencanaan keuangan. Hal tersebut merupakan jalan bagi kita untuk mencapai kehidupan dunia dan akhirat yang lebih  baik. Dunia ini adalah sebaik-baik  kendaraan untuk menuju ke akhirat, dan harta merupakan salah satu sarananya.

Dalam  perencanaan keuangan  secara syariah ada beberapa  pondasi  yang harus dipenuhi,  yaitu : income / pendapatan, spending / pengeluaran, longevity / kehidupan, assurance / asuransi, pengelolaan hutang,  investasi dan zakat.

Dengan perencanaan  keuangan yang mantap  dan dilakukan  secara syariah  akan membawa keberkahan.

Salam Cerdas

Wiwit Prayitno, S. Pt


Posted at 10:37 pm by wiwitprayitno
Make a comment  

Dec 3, 2009
Kiat Jitu Merencanakan Biaya Pendidikan

Sebagai orang tua, kita pasti setuju bahwa pendidikan mempunyai peranan besar terhadap masa depan anaknya. Sehingga demi mendapatkan pendidikan yang terbaik, maka menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang pendidikan yang paling tinggi adalah salah satu cara agar si anak mampu mandiri secara finansial nantinya.

Namun Banyak orang tua yang sering mengeluhkan betapa mahalnya biaya pendidikan anak saat ini. Mereka pun sangsi apakah kelak mampu menyekolahkan anak-anak hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Sebenarnya hal seperti ini tidak perlu terjadi seandainya para orang tua merencanakan biaya pendidikan anak sedini mungkin. Intinya orang tua harus maummenyisihkan sebagian dari penghasilan bulanan untuk merencanakan biaya pendidikan anak di masa datang.

Cara untuk mempersiapkan biaya pendidikan ini pun bermacam-macam. Bisa menabung di bank, asuransi, reksadana, atau bahkan dalam bentuk investasi lainnya seperti emas dan tanah. Untuk memudahkan langkah anda dalam melakukan persiapan pendidikan anak, hendakanya Anda sebagai orang tua melakukan hal-hal berikut:

1) Menetapkan tujuan pendidikan anak

Misalnya anak direncanakan melanjutkan dari SD hingga ke perguruan tinggi, kategori sekolah dan perguruan tinggi swasta atau negeri, dan lokasinya di dalam atau di luar negeri.

2) Menghitung biaya sekolah sesuai dengan masing-masing jenjang pendidikan yang direncanakan

Dalam hal ini, Anda harus mempertimbangkan biaya yang akan timbul di kemudian hari (future value) dengan memasukkan asumsi tingkat inflasi per tahunnya. Sehingga nantinya dana yang Anda persiapkan benar-benar akan mengakomodasi biaya yang diperlukan kelak.

3) Sisihkan dana setiap bulannya.

Dana yang disisihkan tentunya harus disesuaikan dengan besarnya dana yang diperlukan berdasarkan point 2 diatas, sehingga dana yang dipersiapkan nantinya bisa mencukupi seluruh biaya pendidikan Anak nantinya.

4) Tentukan tempat/sarana untuk berinvestasi.

Sarana berinvestasi bermacam macam, sesuaikan sarana/tempat investasi Anda dengan profile resiko Anda.  Jika bingung memilih sarana investasi, Anda bisa konsultasikan secara GRATIS dengan kami. Dan Jangan lupa sertakan PROTEKSI/ASURANSI didalamnya , karena dengan Asuransi ini ketika terjadi resiko yang tidak diinginkan, dana yang disiapkan untuk dana pendidikan tidak akan terganggu / terpakai untuk keperluan lain.

5) Lakukanlah monitoring secara berkala atas produk yang dipilih.

Langkah ini harus diambil untuk memastikan agar target dana pendidikan yang dinginkan tercapai. Dengan melakukan evaluasi rutin maka akan diketahui apakah rencana Anda sudah terpenuhi tergetnya atau belum, sehingga jika belum dapat segera dilakukan revisi atau rencana perbaikannya. Dengan melakukan perencanaan biaya pendidikan dari sekarang, niscaya tak ada lagi kendala dan keluhan atas biaya pendidikan untuk buah hati Anda kelak.

Salam Cerdas

Wiwit Prayitno, S. Pt, N.Md


Posted at 02:17 pm by wiwitprayitno
Make a comment  

Indahnya Asuransi Pendidikan

Selamat bagi Anda yang baru saja mempunyai bayi. Kami yakin pada saat ini kondisi keuangan Anda dan keluarga jauh berbeda (baca : semakin mapan) bila dibandingkan dengan kondisi keuangan keluarga  pada saat hamil atau bahkan pada saat masih berjuang untuk mendapatkan kehamilan. Hal ini wajar karena sebagai orang tua baru, ibu pasti ingin memberikan apapun yang terbaik untuk anaknya.

Perilaku inilah yang kemudian membuat orang tua baru tidak memperhatikan hal lain yang lebih penting dibandingkan dengan susu formula bayi yang mahal untuk pertumbuhan otak bayi. Satu hal lain yang tidak kalah pentingnya dengan hal tersebut adalah masalah pendidikan. Kami menyebutnya demikian karena sebagus apapun otak anak ibu, dia tetap memerlukan pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi untuk meniti karir di masa depan.

Untuk alasan inilah sebagai orang tua baru, Anda wajib menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk mulai mempersiapkan dana pendidikan anak seperti tabungan pendidikan maupun asuransi pendidikan. Alasannya cukup masuk akal, Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Untuk itu apapun yang terjadi nanti, dana pendidikan anak harus dapat terpenuhi ketika si kecil memerlukan kelak.

Asuransi Pendidikan

Satu hal yang menarik untuk dipilih adalah asuransi pendidikan. Sama seperti asuransi jiwa, asuransi pendidikan akan cair di waktu tertentu dalam hal ini adalah ketika anak memerlukan biaya untuk masuk sekolah. Dana asuransi pendidikan ini akan cair ketika anak mulai masuk SD, mulai masuk SMP, mulai masuk SMA sampai dengan perguruan Tinggi. Ini artinya Anda mendapatkan pengembalian dana yang cukup besar bila anak membutuhkan biaya masuk sekolah yang baru.

Dengan berasuransi, mereka yang tidak bisa disiplin menabung "dipaksa" untuk menyisihkan uang bagi pendidikan anak-anaknya. Asuransi ini juga memberikan perlindungan bila nasabah meninggal dunia.J adi kalau orangtua meninggal atau terjadi resiko pada orang tua, anak-anak tetap bisa sekolah karena biaya sekolah ditanggung asuransi.

Premi Asuransi Pendidikan

Sama seperti asuransi pada umumnya, premi asuransi pendidikan dapat dibayar bulanan, triwulanan, semesteran sampai dengan tahunan. Atau bagi Anda yang mempunyai dana besar, bisa menyetor sekaligus.

Memilih Asuransi Pendidikan

Lalu bagaimana cara memilih produk asuransi pendidikan yang tepat serta memilih perusahaan asuransi yang bisa dipercaya?

Memilih produk asuransi pendidikan yang tepat memang bukan perkara sepele. Hal ini membutuhkan kejelian dan ketelitian nasabah. Salah memilih, bisa-bisa nasabah justru tidak mendapatkan manfaat optimal seusai yang diinginkan.

Hal penting yang harus diperhatikan calon nasabah adalah perusahaan asuransi memberikan rekomendasi produk dan layanan sesuai kebutuhan dan keuangan nasabah. Perencanaan asuransi umumnya sulit dilakukan nasabah sendiri karena perhitungannya cukup rumit. Sebelum membeli premi, calon nasabah sebaiknya meminta agen asuransi menjelaskan secara rinci skema investasi sesuai kebutuhan nasabah. Dengan senang hati saya akan memberikan informasi secara detailnya. Anda bisa hubungi saya untuk berkonsultasi di : 081 2277 1607 atau wiwitcerdas888@gmail.com

Calon nasabah hendaknya juga memilih perusahaan asuransi yang bisa dipercaya. Soal kepercayaan ini penting agar nasabah tidak kecewa di kemudian hari. Tidak seperti menabung di bank, sebagian orang memang masih ragu-ragu menginvestasikan uangnya di perusahaan asuransi. Alasan yang banyak mengemuka adalah takut klaim tidak dibayar.

Saya sarankan, sebaiknya Anda sebagai calon nasabah menyelidiki lebih dulu reputasi perusahaan yang bisa dilihat dari laporan keuangan. Setiap tahun, pemerintah mewajibkan perusahaan asuransi memublikasikan laporan keuangan yang sudah diaudit di media massa.

Dalam laporan keuangan itu, perusahaan asuransi harus mencantumkan RBC (risk based capital). RBC adalah ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah. Setiap perusahaan memiliki RBC berbeda-beda. Semakin besar RBC-nya, semakin kuat kemampuan keuangan perusahaan menanggung kewajibannya. Syarat minimum perusahaan asuransi yang sehat adalah memiliki RBC di atas 120 persen.

Selain memberi laporan kepada masyarakat, sebagai lembaga keuangan perusahaan asuransi juga diawasi secara cermat dan hati-hati oleh pemerintah. Setiap tiga bulan perusahaan asuransi harus melaporkan kondisi keuangan dan perusahaannya kepada pemerintah. Pemerintah juga akan melihat apakah perusahaan asuransi tersebut dikelola dengan baik.

Untuk Produk Syariah, juga diawasi oleh DPS yaitu Dewan Pengawas Syariah, agar didalam pengelolaannya benar-benar sesuai dengan syariah.

Cara paling mudah untuk memilih perusahaan asuransi yang sehat dan bisa dipercaya adalah dengan melihat rating. Kemampuan keuangan perusahaan asuransi untuk membayar kewajibannya tercermin melalui rating perusahaan tersebut. Beberapa lembaga rating independen memberikan penilaiannya berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Anda bisa melihat rating perusahaan asuransi pada majalah Investor Edisi Juli 2009 atau Majalah SWA yang memberikan BRAND Terbaik untuk suatu perusahaan, salah satunya adalah Industri Asuransi. Anda bisa juga kunjungi ratingnya disini.

Salam Cerdas

Wiwit Prayitno, S.Pt , N.Md


Posted at 01:54 pm by wiwitprayitno
Make a comment  

Oct 24, 2009
Memiliki Asuransi Syariah = Langkah Cerdas

Ketika Anda membuka Asuransi Syariah ini, Anda hanya menginvestasikan Rp 500,000 setiap bulannya. Hal itu mungkin bukan keputusan besar bagi Anda, karena keputusan ini tidak mempengaruhi dimana Anda tinggal, apa yang akan Anda makan atau standar hidup dasar Anda…Setuju?

Ketika Anda memiliki Asuransi Syariah ini, satu-satunya hal yang akan terpengaruh adalah KETENANGAN PIKIRAN Anda.

Dilain pihak, ketika Anda memilih menunda memiliki Asuransi Syariah ini, atau mengatakan tidak, Anda mungkin tidak akan punya pilihan itu diwaktu yang lain. Ketika hal itu terjadi dan sebuah penyakit datang, bisa disebabkan karena Serangan Jantung, Stroke, Kanker, atau Kecelakaan yang menimpa Anda, maka jawaban TIDAK atau Menunda untuk memiliki Asuransi Syariah ini akan memiliki hasil yang bersifat “menghancurkan”.

Ketika Anda memilih berinvestasi HANYA Rp 500,000 atau setara dengan Rp 16 ribuan perhari, dimana dana tersebut tidak akan menggangu gaya hidup Anda. Dengan berinvestasi di Asuransi Syariah maka Anda sudah : melindungi Aset yang sangat berharga, mempertahankan gaya hidup keluarga Anda dikemudian hari, melindungi Potensial Income Anda, mempersiapkan pensiun Anda, memberikan GARANSI biaya sekolah atau modal usaha untuk buah hati Anda.

Namun ketika Anda menundanya, bisa jadi dikemudian hari Financial Anda bisa terguncang. Bisa karena sakit, kecelakaan, atau Anda dipanggil Tuhan. Bukan hanya itu saja, buah hati yang Anda cintai bisa terimbas juga atas keputusan Anda yang menunda memiliki Rekening ini (baca : Asuransi Syariah). Sangat sedih sekali seandainya anak-anak yang Anda cintai tidak bisa mengenyam pendidikan yang dicita-citakan HANYA karena tidak menyiapkan sedari sekarang walaupun HANYA menyisihkan Rp 500,000 setiap bulannya. HANYA 16 ribuan perhari lho, sangat murah sekali demi masa depan putra/i Anda kelak.

Saran saya, miliki Asuransi Syariah sekarang. Demi masa depan Anda, Keluarga Anda dan Buah Hati Anda. Anda bisa ambil Asuransi Pensiun Syariah atau Asuransi Pendidikan Syariah, didalamnya sudah ada manfaat proteksi kesehatan.

sumber : www.asuransicerdas.com

Selamat ber Asuransi Syariah

Salam Cerdas

Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md


Posted at 01:24 am by wiwitprayitno
Make a comment  

Asuransi Syariah

Asuransi Syariah adalah usaha saling melindung dan saling menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan Syariah. Asuransi Syariah merupakan salah satu sistem ekonomi yang bersifat Universal dan berlaku untuk semua kenyakinan dan golongan masyarakat.

Prinsip dasar asuransi syari’ah berangkat dari sebuah filosofi bahwa manusia berasal dari satu keturunan,yaitu Adam dan Hawa. Dengan demikian, manusia pada hakikatnya merupakan keluarga besar. Untuk dapat meraih kehidupan bersama, sesama manusia harus tolong menolong (ta’awun) dan saling berbuat kebajikan (tabarru) dan saling menanggung (takaful).

Prinsip ini merupakan dasar pijakan bagi kegiatan manusia sebagai makhluk sosial. Dari pijakan filosofis ini, setidaknya ada tiga prinsip dasar dalam asuransi syari’ah, yaitu saling bertanggung jawab, saling bekerja sama dan saling melindungi penderitaan satu sama lain. Dengan filosifi tersebut, asuransi Syariah menggariskan keuntungan yang sangat berbeda dengan asuransi konvensional, yaitu, pemegang polis diposisikan sebagai penabung, maka secara hukum, dana yang diasuransikan, sama dengan tabungannya juga. Dengan posisinya sebagai tabungan, maka ada dua keuntungan yang dapat dipetik langsung.

Pertama, dana asuransi Syariah bagi masing-masing pemegang polis akan mendapat nilai tambahan. Nilai tambahan ini bukan bunga, tetapi bagi hasil dari sistem mudharabah yang merupakan manfaat finansial atas kebijakan kerjasama asuransi syari’ah dengan bank syari’ah. Dalam hal ini, pihak asuransi syari’ah, menitipkan dana para pemegang polis sebagai instrumen investasi yang dikelola lembaga keuangan syari’ah, misalnya Bank syari’ah atau reksa dana syari’ah. Untuk konteks ini premi yang dimaksud adalah premi tabungan. Sementara dalam sistem Bank Syari’ah terdapat ketentuan bahwa siapapun yang ikut serta dalam proyek usaha, ia akan mendapatkan bagi hasil atas keuntungan yang diperoleh dari kerjasama itu. Karena itu para pemegang polis, berhak menikmati bagian keuntungan yang dicapai. Jika kita telaah penambahan dana asuransi yang dinikmati para pemegang polis, merupakan buah nyata kebijakan kemitraan atau kerjasama antara Asuransi Syari’ah dan Bank Syari’ah. Hal ini merupakan salah satu keunggulan Asuransi Syari’ah.

Asuransi Syariah tidak mengandung hal-hal seperti ketidakpastian, perjudian, riba, penganiayaan, suap, barang haram dan maksiat. Didalam pengelolaannya, perusahaan bertindak sebagai pengelola yang harus bersifat amanah dan cerdas supaya hasil yang diperoleh menguntungkan bagi semua pihak. Dana Anda dikelola dengan hati-hati dan cermat agar dapat memenuhi kebutuhan asuransi sesama peserta yang mengalami musibah dan hasil investasi yang optimal.

Melalui Asuransi Syariah Anda Sekeluarga mendapatkan manfaat asuransi yang menguntungkan untuk memastikan terpenuhinya perlindungan jangka panjang dan kebutuhan keuangan di masa datang, membantu sesama yang membutuhkan bantuan Anda melalui premi yang Anda ikhlaskan dan juga merupakan jalan kebaikan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

sumber : www.asuransicerdas.com

Salam Hormat

Wiwit Prayitno, S.Pt, N.Md

www.asuransicerdas.com



Posted at 01:18 am by wiwitprayitno
Make a comment